![]() |
| Add caption |
windi menunduk lesu.pertengkaran hebat bapa dan ibunya membuat dia menangis dibelakang rumah.
jadi aku bukan anak kandung ibu dan bapa? mangapa ini baru sekarang aku ketahui?
dua bening mengembang di kelopak mata aku itu perasaan nelangsa itu membuat aku seperti sendiri dalam hidup ini.
ia baru sadar bahwa kemanjaanya sekarang ini membuat bapaknya keberatan.
hingga terungkap bahwa dirinya bukanlah darah daging lelaki yg selama ini sangat dihormatinya.
isak tangisnya luruh tarbawa angin senja yg semilr.
''win''
sebuah suara wanita memangilnya lembut.
windi lalu menenduk.ia langsung mengusut air matanya itu.
''kau menangis di sini?'' tanya ibunya
''maafkan windi bu'' ucapnya
''kau mendengar pertengkaran ibu dan bapa tadi?''
''ya bu tak sengaja,maafkan windi''
''bapa sebetulnya tak ingin kau susah di atur,bapa sbetulnya sayang kamu.jangan tarlalu brmanja. ingat
kau masi punya dua adik ''
''bu jika aku bukan anak bapa lalu aku anak sapa?tanya windi kpada ibunya''
''ah kau anak bapa dan ibu''
aku sudah dengar semuanya bu''......
''kau belum siap mendengarnya selama ini kau terlalu manja, dan hidup penuh dengan huru hara
dan pesta.kalau kau dengar. kau takan siap dengan apa yang kau denga.hatimu akan hancur''
''mengapa begitu?'' tanya windi kpada ibunya
''karna cerita yg akan kau dengar,bukancerita yg bagus untukmu.bahkan sangat pahit
ibu takut akan memukul perasaanmu,sebetulnya ibu dan bapa sayang sama kamu
bedanya ibu tak tegaan,tapi bapa ingin kamu bisa mengendalikan diri''
''maafkan windi selama ini bu''
''sudahlah,kau tetap anak ibu.hanya saja apa yg sudah kau tau,kau jangan lantas mengubah kemanjaanmu
di rumah ini.biasa saja.kau ini contoh bagi kedua adikmu kalau kau pasta terus apa jadinya adikmu nanti?
mereka akan lebih nakal dari kamu.lgi pula hidup sedarhana itu baik.masa depanmu masi jauh,kau baru kelas dua,dua bulan lagi test kelas tiga.sudah beruntung bapa membelikanmu motor mio.jangan di pakai huruhara terus ingatlah.bapa mencari uang dengan berkeringat.bukan duduk kaki sambil merokok.hanya bekerja keras bapa bisa sukses sperti sekarang ini''
''bu......?''
tutur kata yg lemah lembut itu membuat windi menghambur.ia menangis dalam pelukan ibunya ia sadar kini.
apa yg dilakukan selama ini tidak pada tempatnya.
dan bahkan pernah di ajak minum minuman keras dan merokok oleh teman teman sekolahnya.
kini ia sadar mengapa bapa melarang .karena ia bukan bukan saja tak berhak menggunakan uang untuk foya-foya,tatapi lebih dari itu.ternyata ia bukan anak sang bapa lalu siapa bapanya.?
''ibu jangan tersinggung tapi aku jadi ingin tau ,siapa bapaku?
siapa bapaku bu''? tanya windi tagas kpada ibunya
''tak baik kau bertanya begitu.....'''
''mengapa bu?''
''karna kau menyangsikan kasi sayang bapamu. jika selama ini bapa menegur keras bahkan sampai bertengkardengan ibu, itu karna bapa ingin kau tau diri dan menghentikan kegiatan tanpa manfaat itu.
kasihan bapa dong yg bekerja keras.kalau uangnya tak kau tabung
malah kau pakau pakay pesta pora,kalau mau jujur kau sering meminta uang,
berbohong uang itu untuk apa'?
itu membuat bapa tersinggung nahkan senetulnya napu putus asa dengan sikapmu''
''maafkan aku bu''?
''kau sebetulnya belum siap untuk mendengar kisah hidupmu sendiri,makanya ibu
tak suka menyinggung dirimu bukan saja ibu ini sayang sama kamu ibu tak tega,
tapi napa sudah putus asa melihatmu
''apakah kesalahan windi di maafkan bapa, bu'?
tanya windi yg tibatiba sadar bahwa dirinya memang katerlaluan selama ini
tak tahu diri istilah inu benar.
aku sudah dengar semuanya bu''......
''kau belum siap mendengarnya selama ini kau terlalu manja, dan hidup penuh dengan huru hara
dan pesta.kalau kau dengar. kau takan siap dengan apa yang kau denga.hatimu akan hancur''
''mengapa begitu?'' tanya windi kpada ibunya
''karna cerita yg akan kau dengar,bukancerita yg bagus untukmu.bahkan sangat pahit
ibu takut akan memukul perasaanmu,sebetulnya ibu dan bapa sayang sama kamu
bedanya ibu tak tegaan,tapi bapa ingin kamu bisa mengendalikan diri''
''maafkan windi selama ini bu''
''sudahlah,kau tetap anak ibu.hanya saja apa yg sudah kau tau,kau jangan lantas mengubah kemanjaanmu
di rumah ini.biasa saja.kau ini contoh bagi kedua adikmu kalau kau pasta terus apa jadinya adikmu nanti?
mereka akan lebih nakal dari kamu.lgi pula hidup sedarhana itu baik.masa depanmu masi jauh,kau baru kelas dua,dua bulan lagi test kelas tiga.sudah beruntung bapa membelikanmu motor mio.jangan di pakai huruhara terus ingatlah.bapa mencari uang dengan berkeringat.bukan duduk kaki sambil merokok.hanya bekerja keras bapa bisa sukses sperti sekarang ini''
''bu......?''
tutur kata yg lemah lembut itu membuat windi menghambur.ia menangis dalam pelukan ibunya ia sadar kini.
apa yg dilakukan selama ini tidak pada tempatnya.
dan bahkan pernah di ajak minum minuman keras dan merokok oleh teman teman sekolahnya.
kini ia sadar mengapa bapa melarang .karena ia bukan bukan saja tak berhak menggunakan uang untuk foya-foya,tatapi lebih dari itu.ternyata ia bukan anak sang bapa lalu siapa bapanya.?
''ibu jangan tersinggung tapi aku jadi ingin tau ,siapa bapaku?
siapa bapaku bu''? tanya windi tagas kpada ibunya
''tak baik kau bertanya begitu.....'''
''mengapa bu?''
''karna kau menyangsikan kasi sayang bapamu. jika selama ini bapa menegur keras bahkan sampai bertengkardengan ibu, itu karna bapa ingin kau tau diri dan menghentikan kegiatan tanpa manfaat itu.
kasihan bapa dong yg bekerja keras.kalau uangnya tak kau tabung
malah kau pakau pakay pesta pora,kalau mau jujur kau sering meminta uang,
berbohong uang itu untuk apa'?
itu membuat bapa tersinggung nahkan senetulnya napu putus asa dengan sikapmu''
''maafkan aku bu''?
''kau sebetulnya belum siap untuk mendengar kisah hidupmu sendiri,makanya ibu
tak suka menyinggung dirimu bukan saja ibu ini sayang sama kamu ibu tak tega,
tapi napa sudah putus asa melihatmu
''apakah kesalahan windi di maafkan bapa, bu'?
tanya windi yg tibatiba sadar bahwa dirinya memang katerlaluan selama ini
tak tahu diri istilah inu benar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar